Halo, Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh.
Pada postingan kali ini, aku akan berbagi cerita atau pengalaman mengenai kuliah online selama pandemi covid-19.
Kuliah online ini bener-bener hal yang gapernah kepikiran sedikitpun. Waktu awal, corona sudah mulai ramai di luar negri, dan Indonesia masih baik-baik saja, di kampus, saya pernah bilang "keren yak indonesia, virusnya ga masuk loh. Semoga emang ngga deh". Sampai tiba-tiba, bulan Maret, kami di-'rumahkan' dan itulah hari terakhir saya bertemu teman-teman KM19C dulu.
Isu 'kuliah online' yang awalnya hanya 2 minggu, terus diperpanjang sampai detik ini. Terhitung sudah satu tahun lebih, tidak menginjakkan kaki di kampus UAI. Semua perkuliahan berjalan online, dan saya pun pulang, kembali ke rumah di tempat asal saya, Cianjur.
Awalnya, kuliah online ini tidak menyenangkan, bikin ngantuk, stress karena sulit mencerna pelajaran, dan bingung karena 'gaenak' nanya ke dosen yang bersangkutan. Semester 3 dilanjutkan dengan penuh kebingungan, namun Alhamdulillah tetap lancar dan nilai pun terselamatkan.
Setelah memasuki semester 4, saya mulai berfikir bahwa mungkin bukan sistem atau cara mengajar dosennya yang salah. Mungkin saya yang salah. Saya yang tidak bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru ini. Akhirnya saya coba untuk mencari spot nyaman untuk kuliah, membeli peralatan pendukung seperti ringlight (agar video dari kamera laptop terlihat jernih), dan mulai selalu mengikuti kuliah dengan sebagaimana mestinya. Duduk di kursi, di depan laptop, dengan buku dan pulpen yang selalu siap. Tidak lupa pelengkapnya, yaitu botol minum dan kabel charger yang selalu standby.
Tentu hasilnya berbeda dengan keadaan kuliah saya yang sebelumnya. Dimana saya lebih sering mengikuti kuliah menggunakan handphone, sambil tiduran di kasur, dan tidak menulis catatan sedikitpun.
Sekarang ini, saya lebih bisa mengikuti perkuliahan online dengan baik, menyimak dengan baik, mencatat (walaupun tidak selalu), dan tidak lagi takut untuk bertanya mengenai apapun kebingungan saya selama kegiatan belajar kepada dosen. Malah, bisa dibilang saya sudah terlanjur nyaman dengan kuliah online ini. Saya takut kalau tiba-tiba kampus sudah dibuka dan kuliah sudah kembali offline. Rasanya saya takut untuk bertemu teman-teman online saya. Kebanyakan teman kelas di semester 4 ini adalah teman online, dimana kami belum pernah saling mengenal satu sama lain sebelumnya, dan hanya bertemu via zoom meeting.
Tapi bukan berarti saya tidak berharap pandemi cepat berakhir. Saya tetap mengharapkan hal tersebut, karena walaupun nyaman, saya pun butuh sosialisasi.
Kuliah online ini mengajarkan banyak hal lain (selain pelajaran) kepada saya, diantaranya adalah keberanian untuk selalu bertanya dan mengonfirmasi hal-hal yang kurang jelas, cara berkomunikasi dengan dosen maupun teman dengan baik, juga tentang tanggung jawab. Kuliah online tidak jauh berbeda dengan kuliah offline, tergantung cara kita menyikapinya.
Sekian uraian pengalaman saya selama kuliah online! ternyata panjang ya?
Ciao! Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar